Hi, guest ! welcome to o9ut.blogspot.com. | About Us | Contact | Register | Sign In

Minggu, 24 Juli 2011

Polisi Sulit Buru Pembajak YM Jajang C Noer


VIVAnews - Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku pembajakan Yahoo Messenger (YM) dan Facebook milik artis Jajang C Noer. Polisi masih terus melakukan penyidikan siapa orang yang menggunakan YM milik korban.

"Masih terus kita sidik siapa orang yang membajak YM Jajang dan digunakan untuk menipu kawan-kawanya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Senin 7 Juni 2010.

Polisi mengakui tidak bisa mengungkap kasus itu dengan waktu singkat. Alasannya, kejahatan dunia cyber ini memiliki akses yang cukup luas.

"Kita tahu di dunia cyber itu bisa diakses dari seluruh negara, jadi tidak mudah dan dapat diungkap secara cepat, butuh waktu yang banyak dalam penyidikannya," tegas Boy.

Boy mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap kejahatan yang terjadi melalui dunia maya, seperti terosisme cyber, praktik prostitusi, perjudian, dan penipuan.

"Masyarakat harus bisa memahami dampak globalisasi teknologi. Dunia cyber itu, tanpa batas, oleh karena itu, pemahaman dunia cyber di masyarakat harus ditingkatkan," ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Satuan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Tommy Wiston Watuliu mengatakan, penyidik saat ini sudah meminta keterangan dari korban dan saksi-saksi.

"Penyidikan masih terus dilakukan, namun untuk mengungkap pelakunya butuh waktu yang cukup banyak, mengingat ini kejahatan cyber, berbeda dengan kejahatan konvesional," ucapnya.

Seperti diketahui, akun YM dan FB Jajang di bajak oleh orang tidak dikenal. Setelah dibajak, pembajak kemudian chating dengan rekan-rekan Jajang dan meminta sejumlah dana dengan alasan kalau kartu ATM-nya tertelan dan diminta mentransfer ke rekening lainnya.

Salah satu rekan Jajang yang kena tipu oleh si pembajak adalah Butet Kertarejasa yang mentransfer Rp 2 juta. Namun, saat dia mengonfirmasi ke Jajang ternyata uang itu tidak pernah diminta olehnya. Oleh karena itu, Jajang kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polda Metro Jaya pada Kamis 27 Mei 2010 lalu. (umi)




artikel lainnya :
Share this article now on :